Jumat, 22 Februari 2019

Salak Gula Pasir akan Dikirim Ke Kamboja

Salak Gula Pasir akan Dikirim Ke Kamboja

Setelah buah manggis Bali bisa di ekspor ke negara China, kini giliran buah salak gula pasir asli Bali, akan memenuhi pasar-pasar luar negeri.

"Bulan Maret depan, Negara Kamboja sudah pasti mengimpor salak langsung dari Bali," ujar Martin, yang merupakan eksportir buah Salak, saat di acara,"Rakor Akselerasi Ekspor Buah Salak di ruang pertemuan Karantina Denpasar, Jumat (22/2).

Martin menjelaskan, ternyata buah salak gula pasir Bali memiliki cita rasa yang diminati oleh negara lain. Dirinya optimis bahwa buah salak gula pasir akan banyak diminati.

"Salak gula pasir dari Bali memiliki cita rasa yang sangat luar biasa, dibanding salak-salak daerah lain. Saya optimis buah ini akan menyusul kesuksesan ekspor buah manggis yang kemarin," ujarnya.

Sementara di tempat yang sama, Terunanegara selaku Kepala Karantina Denpasar, berjanji akan terus mendampingi dan bekerja sama dengan petani di Bali dalam memperlancar ekspor-ekspor komoditas pertanian. "Jangan takut, Karantina tidak pernah mempersulit ekspor, kami justru membantu memperlancar sertifikasi komoditas pertanian yang akan diekspor," ujarnya.

"Persyaratan bukan kami yang membuat, tapi melainkan dari negara tujuan ekspor, karantina siap membantu pemenuhan persyaratan tersebut," ungkap Terunanegara.

Sementara, Irsan Nurhantoro, selaku Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Denpasar menjelaskan, bahwa registrasi rumah kemas dan kebun menjadi persyaratan ekspor buah salak ke China.

Sedangkan, untuk negara-negara lain yang belum mempersyaratkan, pihaknya mengaku bisa memulai untuk ekspor tersebut. Karena, registrasi tujuannya semata adalah untuk mengetahui ketelusuran dari komoditas pertanian yg diekspor jika nantinya ada suatu permasalahan.

"Rumah Kemas dan kebun manggis saja bisa diregistrasi untuk ekspor kemarin, kenapa tidak untuk buah salak," ujarnya.

0 komentar:

Posting Komentar